"Pada masa awal kolonial
di wilayah Cinere (Ci Kanyere) terdapat satu hamparan lahan milik Isaac de I’
Ostale de Saint Martin (lahir di Oleron, Bearn, Prancis tahun 1629) yang bekerja
untuk VOC. Pada era kemerdekaan
Cinere bahkan tidak pernah dibicarakan, karena pada waktu itu, Cinere hanyalah kumpulan
beberapa dusun yang didiami oleh orang Betawi yang di sana sini masih terdapat hutan karet, lahan persawahan dan rawa-rawa. Namun
pada masa kini, adakalanya Cinere justru lebih populer dibanding Depok atau Cimanggis.
Apa yang menyebabkan Cinere menjadi begitu populer khususnya bagi warga
Jakarta?"
Cukilan Kisah tersebut diatas disadur dari Poestaha Depok
dan berdasarkan atas fakta tersebut diatas dimana wilayah cinere dahulu kala adalah berupa hamparan hutan Karet, sawah dan rawa-rawa.
dan berdasarkan atas fakta tersebut diatas dimana wilayah cinere dahulu kala adalah berupa hamparan hutan Karet, sawah dan rawa-rawa.
Maka berdasarkan fakta ter sebut di atas tidak mengherankan apabila dewasa ini wilayah pemukiman di cinere merupakan salah satu yang rawan terhadap serangan rayap. Hal ini dikarenakan wilayah cinere merupakan kawasan endemik hama rayap sesuai dengan peruntukan lahannya di masa yang lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar